Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

Irwan Sholeh; Self Image dan Motivation


1.   Self Image

Setiap orang dilahirkan dengan tabiat (belum tentu baik/buruk,  tetapi tergantung situasi)
1.      Setiap orang memiliki karakter berbeda :
§  variasi
§  melengkapi sebagai makhluk sosial
2.      Mengapa perlu mengenal diri ?
§  Agar dapat tampil optimal
§  Untuk menempatkan diri
§  Untuk menumbuhkan percaya diri
§  Agar dapat memilih yang terbaik untuk diri sendiri
§  Untuk kepuasan hidup
3.      Menjadi diri sendiri :
§  Mengenal diri tak pernah berhenti
§  Menerima  diri   sendiri   mulai   menuju   kedewasaan/kematangan emosional

Sabtu, 10 September 2011

Almarhum KH Ikin Sodikin Meninggalkan Pesan Untuk Anak-anaknya

DIkutip dari web Persatuan Islam; Inilah Pesan Alm KH Ikin Sodikin Kepada anak-anaknya
Wafatnya ulama besar Ketua Penasehat PP Persatuan Islam (Persis) , KH Ikin Sodikin pada Rabu (7/09) dalam usianya yang ke 65 tahun tentu saja menajdi duka bagi keluarganya dan seluruh Umat Islam khususnya jamiyyah Persis.
Sebelum wafat, beliau sempat menyampaikan pesannya kepada anak-anaknya khususnya Irfan Hakim.
“Pesan apa (ayah) agar kita meneruskan jejaknya yang istiqamah menegakan Alquran dan Sunnah. Kedua, apa ingin kita mengembangkan pondok pesantren yang mengajarkan Alquran dan Sunnah di Logam ini” tutur Irfan usai menyolatkan jenazah sang ayah di Masjid Al Hidayah Logam Bandung pada Rabu malam.
Irfan menambahkan, beliau meninggalkan seorang istri dan 12 anak diantaranya enam laki-laki dan enam perempuan. Beliau lahir di Tarogong Garut 65 tahun silam.
Beliau telah lama mengalami penyakit diabetes dan masuk RS Santosa pada senin (05/09) untuk mejalani operasi jantung dengan pemasangan ring 2 buah namun Allah menghendaki lain.
Sekitar seribu anggota dan simpatisan Persis berkumpul dari berbagai daerah seperti dari Garut tempat kelahiran beliau untuk menyolatkan beliau secara bergantian hingga larut malam.
Jenazah beliau rencananya akan dimakamkan keesokan harinya pukul 09.00 WIB (Kamis 8/9) karena proses pembuatan kuburan belum rampung. Sedangkan lokasi pemakamannya berada di Ciganitri Bojongsoang Kabupaten Bandung.

Dialog Bersama Ustad Atip Latifulhayat; Aktivis Persis dan Dosen FH Unpad


Sabtu (10/09), Hima dan Himi Persis PK Unpad mengagendakan untuk berkunjung ke rumah Ustad Atip yang memiliki nama lengkap H. Atip Latifulhayat, SH, LLM, Ph.D, beliau mendapatkan titel Ph. D dan LL.M di faculty of Law, Monash University, Australia. Ustad Atip merupakan aktivis Persis yang baru saja menjadi calon Ketua PP Persis menyaingi Prof. Dr. KH Maman Abdurrahman, MA pada Muktamar yang lalu, sementara sebelumnya beliau menjabat sebagai Ketua Bidang Jamiyyah PP Persis. Dalam muktamar tersebut beliau juga berperan sebagai ketua panitia Muktamar. Kini ia sibuk sebagai dosen di Fakultas Hukum Unpad juga tercatat sebagai anggota Int’l Association of IT Lawyer dan Int’l Institute of Space Law. Beliau pernah memberikan materi di acara Kabah 2010 termasuk menyediakan tempat untuk acara tersebut sehingga beliau bisa disebut sebagai salah satu orang yang sangat mendukung atas perkembangan Hima dan Himi Persis PK Unpad.

Sabtu, 20 Agustus 2011

“Berjuang untuk Eksistensi” atau “Eksistensi untuk Berjuang”?

Oleh: Muhammad Hasan Darojat (Penasehat Hima Persis PK Unpad)


Pertanyaan di atas saya utarakan setelah melihat banyak sekali kesenjangan yang terjadi pada lingkungan pergaulan yang saya geluti di Bandung dalam konteks apa yang orang sebut “eksistensi” dan “perjuangan". Saya tidak bermaksud merendahkan siapa-siapa, namun ini hanya jadi sebagai celotehan pengantar diskusi saja seperti yang biasa dilakukan selama ini. Namun, saya khawatir juga di lingkungan kampus saya, lingkungan “intelektual” ini di musim-musim polarisasi kekuatan dan black campaign seperti saat ini, kritik sedikit bisa dimanfaatkan dengan sedikit modifikasi hingga jadi bahan fitnah dan akhirnya mempertentangkan saya dengan lingkungan ormas keagamaan yang membesarkan saya, sementara di lingkungan ormas sendiri keterbukaan kritik-mengkritik itu hal yang biasa sepanjang itu fair dan kostruktif.

Rabu, 10 Agustus 2011

Dari Ulul Albab ke Trias Politika Hima Persis (Suntingan)

Hasil suntingan dari http://himapersis.org/v2/main.php?page=islam.php&p=5&id=45
Penyunting : Sarah Nurul Khotimah

Dalam visi besarnya, sebagaimana tercantum dalam Muqaddimah QA-QD, Hima Persis memproklamirkan diri “sebagai wadah pembentuk kader Ulul Albab” yang dirumuskan dalam tujuan ideal organisasi “membentuk insan akademis, pembaharu yang progresif-revolusioner”. Dari visi besar ini, lahirlah falsafah perjuangan Hima Persis, yaitu ilmiah, progresif dan revolusioner.

Trias Politika Hima Persis, yaitu:
  1. Intelektualitas (sebagai kesadaran gerakan Intelektual)
  2. Transformasi sosial (sebagai kesadaran gerakan sosial)
  3. Perubahan iklim politik (sebagai kesadaran gerakan politik etik)